Showing posts with label Germany. Show all posts
Showing posts with label Germany. Show all posts

Tuesday, August 6, 2013

Rothenburg ob der Tauber, kota Medieval di Bavaria



Pada perjalanan melalui rute Romantic road  liburan musim panas tahun lalu, kami mengunjungi kota tua cantik Rothenburg ob der Tauber di Bavaria, Jerman.  Jalan melalui rute Romantic road ini tidak sama dengan highway Autobahn yang juga menghubungkan kota Wurzburg, kota kecil dimana terdapat Istana Marienburg, atau Marienburg Fortress, dengan Rothenbugh.  Rute Romantic road membawa kami melewati kampung-kampung cantik dan melintasi daerah pertanian.Pemandangannya sangat indah, jalan mobil kadang-kadang sejajar dengan aliran sungai kecil yang bersih jernih serta hamparan ladang berwarna kuning dan hijau. 
 Kota Rothenburg ob der Tauber di provinsi Bavaria termasuk salah satu kota yang paling banyak dikunjungi turis di Eropa, karena lebih dari dua juta turis mengunjungi kota ini setiap tahun.  Berjalan-jalan di kota kecil Rothenburg ob der Tauber ini seperti melakukan perjalanan melintas waktu ke abad pertengahan (Middle Ages atau Medieval).  Abad pertengahan adalah periode sejarah Eropa yang kira-kira bermula dari abad ke-5 sampai ke abad ke-16.  
 


Seluruh bagian kota di sisi dalam dinding yang melingkari kota ini dilestarikan dan menjadi cagar budaya bangsa Jerman. Pengunjung dapat menaiki dinding tua tersebut dan berjalan sepanjang dinding untuk melihat pemandangan ke seluruh kota dan lembah Tauber di luar dinding kota. Dinding kota yang cukup tinggi, dibangun sekitar abad ke-13 sampai ke-16, menghubungkan lima pintu gerbang yang dilengkapi dengan menara jaganya. 
Rothenburg yang antik dan terlestarikan
Bangunan-bangunan yang tua, rangkaian jalan berbatu, menara yang menjulang tinggi  di dinding sekeliling kota, serta rumah-rumah penduduknya yang bergaya gotik, renaisans dan barok, menjadi daya tarik utama kota ini. Apa yang dilihat di Rothenburg sekarang adalah sama seperti aslinya pada abad pertengahan lalu. Tidak salah kalau Rothenburg dijuluki sebagai kota era Medieval terbaik di Jerman. Pelestarian kota Rothenburg dimulai dengan dikeluarkannya peraturan pelestarian kota medieval ini oleh pemerintah Jerman pada tahun 1800-an 
Rothenburg pernah menjadi salah satu kota penting era kekaisaran Jerman yang dikenal sebagai Holy Roman Empire pada abad pertengahan. Konon sekitar bulan oktober tahun 1631, sebanyak 40 ribu tentara dibawah Jenderal Holy Roman Empire yang beragama Katolik menyerbu Rothenburg yang penduduknya beragama Protestan Lutheran. Penduduk kota yang berjumlah sekitar 5500 orang bersatu padu bertahan di balik dinding kota walau akhirnya kalah dari serbuan tentara Katolik ini.
Setelah dikuras habis dan ditinggalkan tentara Holy Roman Empire, penduduk kota terkena epidemik penyakit black death (plague atau penyakit pes) sehingga kota menjadi kosong. Secara alamiah, kondisi kota Rothenburg terlestarikan seperti apa adanya kondisi kota di awal abad 17, karena tidak ada perkembangan dan ditinggalkan penduduknya.
Rothenburg mulai dikenal lagi pada awal tahun 1800-an ketika banyak pelukis dan penyair Jerman yang berkunjung ke kota ini merasa terkesan serta terinspirasi dengan suasana kota tua yang unik ini.  Kota Rothenburg kemudian dilestarikan sebagai cagar budaya kota abad pertengahan Jerman. Semenjak kedatangan para seniman ini pariwisata mulai berkembang pesat di kota Rothenburg dan berlanjut sampai sekarang.  


Pada masa Perang Dunia II, beruntung sekali tidak banyak kerusakan menimpa kota ini. Asisten Komandan perang Amerika Serikat di Eropa pada masa itu, John J.McCloy, pernah mendengar tentang indahnya kota Rothenburg ini dari ibunya yang pernah berkunjung sebagai turis. Untuk mencegah kota Rothenburg dari kehancuran,  beliau memerintahkan Jenderal Jacob L.Dever, Pemimpin tentara Amerika ke daerah Jerman,  untuk tidak membumi hanguskan Rothenburg. Untungnya juga, konon, Komandan tentara Nazi yang bertahan di Rothenburg mengabaikan perintah Adolf Hitler untuk bertahan sampai tetes darah terakhir. Komandan Nazi ini tanpa berlama-lama segera menyerahkan kota Rothenburg kepada tentara Amerika pada tanggal 17 April 1945,  sehingga tidak ada  kerusakan hebat terjadi di Rothenburg.
Untuk membangun kembali kota ini setelah Perang Dunia kedua, penduduk kota memiliki gagasan yang tidak biasa pada masa itu. Mereka menggalang dana dari donatur di seluruh dunia dan setiap donatur diabadikan namanya pada sepotong tembok di dinding kuno yang mengelilingi kota. Dengan cara itu banyak orang yang ingin menyumbang, karena namanya akan terpampang di dinding kota yang bersejarah ini. Ternyata waktu kami berjalan-jalan di sepanjang dinding tua ini, ada beberapa nama dari Indonesia yang kami temukan. 

Atraksi menarik di Rothenburg
Pusat dari kota ini adalah lapangan berbatu yang dikelilingi oleh balai kota (Rathaus), menara jam (Clock tower), kolam air mancur St Georges dan berbagai toko serta  restauran. Bangunan balai kota memiliki dua gaya, bagian depan yang bergaya gotik termasuk menaranya yang setinggi 65 meter dibangun pada tahun 1250-1400, dan bagian samping yang bergaya renaisans dibangun sekitar tahun 1572 – 1578.  Pada Clock tower terpasang penunjuk waktu yang unik, karena selain jarum yang menunjukkan jam dan menit ada juga penunjuk bulan dan hari. 
Pada waktu-waktu tertentu, jendela di bagian atas menara ini terbuka dan mempertontonkan boneka-boneka yang bergerak mekanis. Sandiwara boneka tersebut menceritakan legenda minum-minum Walikota Rothenburg, Nusch, yang terjadi pada tahun 1631. Konon pada saat itu Walikota minum sebanyak 1 galon (3¼  liter) anggur dalam tegukan panjang tanpa henti. Aksi walikota ini terpaksa dilakukan demi menyelamatkan kota Rothenburg. Pihak musuh menantang seluruh warga kota yang mampu minum anggur 3¼  liter dalam tegukan panjang. Bila tidak ada yang mampu maka Rothenburg akan mereka kuasai. Karena tidak ada yang berani, maka Walikotanya sendiri yang menerima tantangan itu. Apakah cerita ini benar-benar terjadi, tidak ada yang tahu. Yang pasti sekarang lapangan batu ditengah kota ini selalu dipenuhi turis terutama menjelang pertunjukan boneka dari jendela menara. 


Ke arah pintu gerbang dinding kota bagian selatan terdapat suatu tengara yang terkenal dari kota ini, yaitu Plönlein. Tempat ini sebetulnya adalah pertemuan tiga jalan sehingga membentuk daerah seperti bentuk garpu, dengan di bagian tengahnya berdiri rumah kayu berwarna coklat yang khas dan indah dilatarbelakangi menara Siebers.  Banyak sekali barang-barang suvenir dari kota ini yang menggambarkan Plönlein.  

Sebagian besar bangunan di kota tua ini telah berubah fungsinya dari fungsi semula sewaktu berdiri di abad pertengahan lalu. Bangunan di kota ini sekarang banyak yang  menjadi hotel, restaurant atau toko-toko. Hotel atau Bed and Breakfast tempat kami menginap, Gasthof Goldener Greifen, adalah gedung tua yang berumur sekitar 600 tahun. Interior restaurannya dipenuhi lukisan tua bergambar pemilik awal gedung ini serta Walikota Rothenburg masa lalu. Restauran ini termasuk restauran yang populer di kota Rothenburg,  mungkin karena selain makanannya yang lezat orang senang menikmati suasana antik restauran ini. 

Kamar yang kami tempati di Gasthof Goldener Greifen adalah family room yang cukup lapang. Ada dua double bed dan satu sofa bed di dalamnya sehingga bisa untuk tidur berlima.  Pintu kamar tampak lebih rendah dari ukuran manusia normal dan terbuat dari kayu tua yang sangat tebal. Sebagai rumah kayu, seluruh lantai maupun langit-langit terbuat dari kayu.  Secara keseluruhan, walau pun hotel antik ini sedikit gelap, tapi kamarnya lapang, bersih dan hangat, serta nyaman untuk ditinggali karena seperti menginap di rumah keluarga.
Apa saja yang dapat dilakukan di Rothenburg? Banyak sekali. Kami tiba di kota ini menjelang jam 6 sore, maka setelah makan malam barulah kami mulai acara berjalan-jalan di kota. Ternyata turis pada jam itu masih banyak berada di sekitar lapangan besar di depan Rathaus atau balai kota, dan toko-toko pun masih banyak yang buka. Banyak turis dari negara asia seperti Jepang dan China terlihat di kota ini, diantara sejumlah besar turis-turis lainnya dari mancanegara.
Tur kota bersama ‘George the watchman’
Kami mengikuti tur keliling kota pada jam 8 malam, dengan suasana yang masih terang benderang karena musim panas. Tour guide kami adalah George, the watchman. Menurut ceritanya, dia adalah turunan dari penjaga kota di abad pertengahan yang menjaga kota Rothenburg di waktu malam. Konon, waktu dulu di Rothenburg setiap malam ada penjaga yang bertugas di setiap pintu gerbang kota. Selama 1 jam kami berjalan mengelilingi gedung-gedung dan dinding kota, dan sebentar-sebentar kami berhenti untuk mendengarkan dongengnya tentang sejarah Rothenburg dengan gaya yang lucu dan menarik. 
Sewaktu melewati salah satu pintu gerbang kota yang tebal dan tinggi, dia bercerita bahwa lubang kecil di tengah pintu itu ada maksudnya. Konon, jaman dulu bila ada orang yang terlambat pulang ke rumah setelah hari sudah gelap mereka harus berteriak ke penjaga di balik pintu gerbang yang sudah tertutup. Penjaga pintu gerbang akan bertanya macam-macam agak detil untuk meyakinkan bahwa yang akan masuk memang penduduk Rothenburg. Ternyata seperti jaman sekarang saja, waktu itu pun penjaga harus di beri uang agar mau membuka pintunya. Setelah uang diterima, melalui lubang kecil di tengah pintu yang hanya pas selingkaran badan manusia masuklah orang itu.  Karena kecil, maka harus kepalanya dulu yang masuk ke lubang itu. Dengan demikian penjaga pintu dibalik sana masih bisa melihat apakah benar orang itu penduduk atau musuh.  Malangnya kalau penjaga tidak kenal muka yang muncul di lubang, dengan mudahnya dia bisa menebas kepala itu. Jadi resiko tetap tinggi walau telah diberi uang.    
Yang unik juga adalah cara si George menarik pengunjung untuk mengikuti tur ini.  Dia yang mengenakan jubah hitam dengan tutup kepala dan memegang lentera, bercerita dengan lantang tentang kota Rothenburg di tengah lapangan batu depan Rathaus, dimana banyak turis berkerumun. Lama-lama orang tertarik untuk mendengarkan ceritanya.  Setelah cukup banyak orang yang mengitarinya, dia mengajak orang-orang yang ingin tahu lebih banyak untuk mengikutinya berkeliling sehingga dia dapat menceritakan tempat-tempat yang menarik. Dia hanya bilang, kalau mau ikut silahkan nanti setelah selesai membayar 6 euro per orang, dan anak-anak gratis. Mungkin karena penasaran dengan ceritanya, banyak juga orang yang mengikutinya berkeliling, ada sekitar 40 orang pada waktu itu.
Salah satu tempat menarik yang kami kunjungi di Rothenburg adalah Museum kriminal Medieval yang menempati gedung antik yang dibangun pada tahun 1396. Dahulu gedung tua ini adalah tempat seminari dari St John of Jerusalem. Sebagai museum kriminal terbesar di Jerman, disana kita bisa melihat perkembangan hukum dan sistem pengadilan di negara-negara berbahasa Jerman pada 1000 tahun terakhir. Selain dokumen tentang sistem pengadilan dan hukum, di sini juga dipertunjukkan berbagai alat untuk menyiksa, termasuk buku-buku dan gambar karikatur tentang berbagai kasus hukum yang pernah terjadi.
Iron maiden sebagai alat untuk menghukum wanita dapat juga dijumpai disini. Kerangkeng dari besi seukuran manusia ini bagian dalamnya dipenuhi paku tajam dan bagian luarnya dilapisi kayu. Tujuannya adalah agar si terhukum kesakitan, tapi tidak langsung meninggal karena paku tajam tidak langsung menusuk terlalu dalam. Merinding bulu kuduk melihat alat siksa ini, karena membayangkan terdakwa wanita yang menjalani hukuman di dalamnya. 
Apa yang khas dari Rothenburg sebagai kenang-kenangan? Ternyata itu adalah boneka teddy bear khas Rothenburg serta makanan seperti kue bola bersalut gula halus yang disebut schneeballen. Rasa kue ini tidak istimewa menurut kami, tapi orang berduyun duyun mendatangi toko yang khusus menjual kue ini. Teddy bear khas Rothenburg dijual di toko yang lengkap berisi aneka boneka beruang berbagai ukuran. Di depan toko tersebut berdiri boneka beruang setinggi manusia dewasa di dekat pintu masuknya. Toko-toko sepanjang jalan batu ini tampak asri, dan masing-masing punya keunikan untuk menarik pengunjung mampir ke dalam. 

Semakin malam, suasana di dekat Rathaus tidak berkurang ramainya. Restauran atau cafe di sekitar lapangan menempatkan kursi dan meja sampai ke jalan-jalan. Duduk di cafe untuk minum kopi dan makan sepotong apple tart sambil menikmati susana kota yang mulai gelap sungguh menyenangkan. Sayang sekali keesokan harinya kami harus sudah meninggalkan kota cantik yang romantik ini. 

Thursday, April 12, 2012

Perjalanan ke Wurzburg di Romantic Road Provinsi Bavaria

Kami mengunjungi Wurzburg dalam rangkaian perjalanan liburan panjang  selama delapan hari ke provinsi Bavaria di Jerman Selatan. Perjalanan dimulai dari kota Delft (Belanda) dengan tujuan akhir kota Innsbruck, Austria. Total perjalanan bolak-balik adalah sekitar 2100 km.
Dari Wurzburg ke Fussen
Persiapan untuk perjalanan ini sudah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya, terutama untuk mereservasi hotel selama di perjalanan. Melalui internet semuanya dapat dilakukan dengan mudah. Mereservasi kamar hotel di lokasi wisata yang selalu padat selama musim panas memang sebaiknya dilakukan minimal 3 bulan sebelumnya. Bila reservasi dilakukan jauh sebelumnya, kita bisa leluasa memilih kamar hotel yang bagus dan sesuai dengan budget yang tersedia.
Target kami selama perjalanan sebetulnya adalah tinggal di rumah liburan atau apartment sehingga sekeluarga (berlima) bisa bersama-sama dan kalau memungkinkan bisa memasak sendiri. Ternyata akhirnya kami menginap di berbagai jenis tempat selama dalam perjalanan. Kami menikmati tinggal di rumah liburan yang dilengkapi dapur dan ruang tamu, di bed and breakfast ala Jerman yang homey, di chain hotel  yang cukup besar, serta tinggal di kabin kayu kecil di camping ground.
Rute perjalanan kami selama di Jerman adalah terutama mengunjungi kota-kota tua sepanjang Romantic road atau Romantische Strasse. Romantic Road menghubungkan beberapa kota/daerah di provinsi Bavaria yang kaya dengan peninggalan sejarah dan budaya serta alamnya yang indah. Pertama kali rute ini diresmikan pada tahun 1950 untuk meningkatkan pariwisata di Jerman setelah perang dunia kedua usai. Romantic Road berjarak sepanjang 217 mil (347 km) dimulai dari kota Wurzburg sampai ke kota Fussen.  Beberapa kota tua lain yang menarik untuk dikunjungi sepanjang Romantic road adalah Rothenburg ob der Tauber, Dinkelsbuhl, Augsburg, dan Wieskirche.
Daya tarik utama perjalanan melewati Romantic Road adalah kombinasi yang memikat antara alam, budaya, dan penduduknya.  Rute ini melintasi lanskap yang kaya budaya sepanjang sungai Main dan melewati wilayah perkebunan anggur Franconian sampai ke pegunungan Alps. Turis yang melewati jalan ini dapat mengunjungi berbagai kota kecil yang bersejarah dengan bangunan-bangunannya yang menarik dan masih terjaga keasliannya. 
Tiket 14 hari istana Bavaria
Nama Romantic Road mungkin untuk mengekspresikan perasaan para pengunjung setelah menikmati keindahan alam, kota-kota tua Jerman yang bersejarah, serta seni dan budayanya yang menarik.  Semua ini seakan mengajak turis merasa berada di masa abad pertengahan yang lalu.  Untuk turis seperti kami yang datang dari Belanda, negeri yang hampir seluruhnya datar, Romantic Road yang melewati bukit dan gunung memberikan pemandangan lain yang menarik.
Provinsi Bavaria di Jerman dikenal sebagai provinsi yang memiliki banyak istana dan tempat-tempat bersejarah seperti gereja atau benteng yang sekarang hampir semuanya dapat dikunjungi oleh wisatawan.  Pemerintah Bavaria, yang memiliki sebagian besar istana-istana, menyediakan karcis untuk para wisatawan mengunjungi 40 istana/tempat bersejarah di Bavaria. Karcis tersebut ada yang berlaku selama setahun atau 14 hari. Karcis terusan ini jauh lebih murah dibandingkan bila kita membeli karcis setiap masuk istana. Apalagi tersedia karcis terusan untuk keluarga, yaitu dua orang dewasa dengan tiga orang anak. Untuk perjalanan ini kami membeli karcis terusan keluarga yang berlaku selama 14 hari seharga 36 euro. Karcis dengan mudah dapat dibeli di istana/museum mana saja yang terdapat dalam daftar yang dikeluarkan oleh Departemen Istana Bavarian (Bavarian Palace Department).
Bed and breakfast di Weibersburn
Berangkat dari Delft jam 9 pagi, sekitar jam 4 sore kami sudah tiba di kota tujuan pertama Wurzburg. Kami menginap malam itu di Bed and Breakfast di pinggir kota Wurzburg, yaitu Weibersbrunn. Kami mendapat kamar besar dengan 3 bed yang sangat lapang untuk 3 anak dan orang tuanya. Selain kamar ada ruang makan dan dapur yang dapat kami pakai selama menginap disini. Senang sekali rasanya setelah hampir seharian duduk di dalam mobil, bisa bersantai dan makan malam seperti di rumah sendiri.
Bagian depan Residenz Wurzburg
Kota tua pertama yang kami kunjungi yaitu Wurzburg terletak di barat laut provinsi Bavaria. Wurzburg sebagai kota besar terdiri dari bagian kota tua (Altstadt), bagian kota modern, dan daerah industri.  Dipisahkan oleh pegunungan dari kota besar Frankfurt di bagian barat, kota ini terletak di persimpangan beberapa highway yaitu Autobahn 3, 7 dan 81, dan juga mudah dicapai dari kota lain seperti Stuttgart dan Regensburg. Umumnya turis dari luar Jerman  yang menggunakan pesawat terbang dapat berkunjung ke Wurzburg melalui bandara udara di Frankfurt atau Munich dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobil, kereta atau bis. 
Tidak jauh dari pusat kota tua Wurzburg, di dekat area parkir kota, terletak istana yang dikenal sebagai Residenz Wurzburg.  Didepan istana ini terdapat pelataran batu luas dengan kolam air mancur dan dikelilingi gedung gedung tua lainnya. Residenz  Wurzburg yang ditetapkan sebagai UNESCO-World Heritage, adalah tempat kediaman prince-bishop yang dibangun sekitar tahun 1720 sampai 1744. Istana ini dikenal sebagai istana bergaya baroque terbesar dan terindah di Jerman. Didirikan pada masa pemerintahan Prince-Bishop Lothar Franz dan Friedrich Carl von Schonborn. Istana ini dirancang dan didekorasi oleh tim international yang terdiri dari arsitek, pelukis maupun pematung terkenal masa itu.  Sebelum istana ini didirikan, Prince Bishop meninggali Istana Marienburg yang berlokasi di atas bukit seberang sungai Main.
Court Chapel di Residenze Wurzburg

Bagian yang paling terkenal dari Residenz  Wurzburg adalah tangga besar putih di ruang masuk utama yang berhiaskan patung dan lukisan langit-langit (fresco) karya pelukis Itali ternama, Venetian Tiepolo. Tangga dan lukisannya ini menurut cerita disebut sebagai lukisan langit-langit terbesar di dunia. Selain itu, Court Chapel (kapel raja) yang terletak di bagian depan istana ini, juga menarik untuk dikunjungi.  Karya arsitek Balthasar Neumann yang diselesaikan tahun 1743 ini memiliki dekorasi yang sangat artistik, dengan dinding lengkung penuh lukisan dan patung serta tiga kubah oval diatasnya.

Setelah perang dunia kedua, kota Wurzburg hancur pada saat pemboman tanggal 16 Maret 1945.  Interior Residenz Wurzburg mengalami kerusakan berat setelah perang, tapi kemudian segera direnovasi sehingga sekarang pengunjung dapat menikmati gedung tua ini dalam kondisi yang hampir kembali seperti kondisi semula sebelum dihancurkan oleh bom.
Bagian belakang Resiidenz Wurzburg
Hampir sebagian besar atap istana ini hancur karena pemboman. Untungnya atap diatas tangga utama ini utuh, sehingga lukisan di langit-langit yang besar ini bertahan dan keindahannya dapat dinikmati semua pengunjung. Sebagian besar furniture sudah hancur, sehingga diganti dengan furniture baru yang menyerupai model pada masa tersebut. Karena sebagai museum, fungsi ruangan di istana ini tidak sama lagi dengan fungsinya semula. Mungkin ini berbeda dengan istana Versailles, di dekat Paris, yang fungsi ruangannya tetap dijaga seperti apa adanya sewaktu dibangun.
Di bagian belakang istana terdapat taman luas yang indah dengan berbagai bunga dan patung-patung. Pada kunjungan ke istana ini bulan Juli, bunga-bunga di taman sedang bermekaran dengan indahnya dan udara terasa nyaman untuk berjalan-jalan di taman atau berfoto di dekat deretan pohon yang berbentuk seperti cone terbalik.
Tempat menarik lain di kota ini adalah Istana Marienburg, atau Marienburg Fortress, yaitu istana tempat Bishop sebelum pindah ke Residenz Wurzburg. Begitu masuk kota Wurzburg, bangunan ini sudah terlihat dikejauhan karena berada di puncak bukit dan tampak sebagai istana dengan benteng besar yang dikelilingi kebun anggur.
Alte Mainbrucke dengan patung Santo
Dengan menggunakan mobil, sebetulnya pengunjung bisa memparkir kendaraan di tempat parkir dibawah benteng  sehingga jarak tempuh ke atas bukit dengan berjalan kaki lebih dekat. Tapi kami memutuskan untuk parkir di tengah kota Wurzburg dan berjalan kaki ke arah Marienburg melewati jembatan tua yang dikenal sebagai Alte Mainbrucke. Jembatan tua yang didirikan pada tahun 1373 ini hanya digunakan untuk pejalan kaki dan menghubungkan jalan ke arah Marienburg fortress di atas bukit dengan jalan lain yang dipenuhi toko-toko atau restauran di seberang sungai. Diatas jembatan batu ini berjejer patung-patung berukuran besar yang sebagian besar adalah para orang suci (santo) yang dikenal di sekitar daerah bavaria dan raja-raja yang pernah berkuasa di Wurzburg.
Marienbrug fortress di atas bukit
Untuk mencapai istana di atas bukit, setelah menyeberang jembatan kami berjalan sekitar 20 menit, dengan kondisi jalan yang cukup terjal.
Pemandangan dari atas bukit sungguh menarik dan mengobati rasa lelah setelah berjalan di jalan yang terjal. Kota Wurzburg seluruhnya dapat terlihat dari Marienburg Fortress.
kota Wurzburg dari Marienbrug Fortress
Benteng atau istana ini seperti sebuah kota kecil sendiri di atas bukit. Daerahnya memang luas, selain gedung-gedung dengan jalan berbatu, dibagian belakang terdapat kebun anggur yang meluas sampai ke sekeliling tebing istana.
Gedung-gedung di dalam Marienbrug Fortress
Hampir seluruh bangunan di atas bukit ini dapat dikunjungi turis. Disana terdapat dua museum besar yaitu museum Main-Franconian dan museum Fürstenbau. Di museum pertama, dapat dilihat karya pematung terkenal dari perioda Gothic, Tilman Riemenschneider,  selain berbagai koleksi dari seniman seniman periode Baroque dan Rococo.
Di museum Fürstenbau, pengunjung dapat melihat dokumentasi sejarah kota Wurzburg dari abad ke-8 sampai abad ke-20.  Interior di Marienburg terlihat lebih sederhana dibandingkan dengan interior di Residenz  Wurzburg. 
Bagian dalam Benteng
Di salah satu ruang di museum Fürstenbau, diperlihatkan dua maket besar yang menunjukkan kota Wurzburg sebelum dan setelah perang dunia II. Dari maket-maket tersebut terlihat betapa parahnya akibat perang yang diderita oleh kota Wurzburg. Hampir semua bangunan besar hancur, kecuali beberapa gereja. Residenz Wurzburg rusak berat, demikian juga istana Merienberg walau tidak separah istana Wurzburg. Hebatnya hanya dalam beberapa tahun, sebagian besar dari istana ini sudah direnovasi dan dapat dibuka untuk umum.
Selain kedua museum ini, pengunjung juga dapat mengunjungi sumur sedalam 104 meter yang dibangun pada tahun 1200.  
Sumur yang ditutup dengan kawat baja ini begitu dalamnya, sehingga bila kita melempar uang koin ke dalamnya, nyaris tak terdengar ketika koin itu menyentuh dasar sumur. Ditengah benteng juga terdapat menara tinggi didekat kapel berkubah biru. Dari jendela di menara pengunjung dapat menikmati pemandangan benteng tua Marienburg dan kota Wurzburg.
Menara dan sumur di dalamnya
Sayangnya kami mengunjungi kota Wurzburg dalam satu hari saja, karena keesokan harinya sudah harus mengunjungi kota tua lainnya, yaitu Rothenburg ob de tauber. Kami sempat berjalan jalan di area pertokoan di seberang Alte Mainbrucke yang menarik. Kami ingat, roti dan kue yang dijual di bakery dengan aneka topping dan isi. Ternyata roti dan kue ini tidak hanya menarik mata tapi juga terasa lezat.  Dengan berbekal roti dan kue kami duduk santai menikmati makan siang di Alte Mainbrucke yang dilengkapi dengan kursi-kursi. Pengunjung kota ini tidak usah khawatir untuk mengisi perutnya. Restoran banyak ditemui dimana-mana, selain bakery atau turkse pizza alias pizzanya orang Turki. Kursi taman banyak disediakan sehingga bagi mereka yang tidak senang makan dalam ruangan di hari yang cerah, makan siang dapat dinikmati sambil memandang bukit Marienburg atau sungai Main.  Tidak salah kalau Wurzburg menjadi kota yang patut dikunjungi di rute Romantic Road. 

Website yang berisi informasi tentang: